PENTUPLE BOTTOM LINE: Integrasi Akuntansi Manajemen, Lingkungan Dan Nilai Kearifan Lokal

Beli Sekarang

Judul: PENTUPLE BOTTOM LINE: Integrasi Akuntansi Manajemen, Lingkungan Dan Nilai Kearifan Lokal


 

Pengarang :  Syamsu Alam, Roslina Alam, Eka Ariaty Arfah, Tenriwaru, Miftah Fadlilah
ISBN:   Dalam Pengajuan ISBN
Jenis:  Buku Cetak


Sinopsis

Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas rahmat, taufik, dan karunia-Nya, sehingga buku referensi berjudul Pentuple Bottom Line: Integrasi Akuntansi Manajemen, Lingkungan, dan Nilai Kearifan Lokal ini dapat disusun dan diselesaikan.

Buku ini dihadirkan sebagai kontribusi akademik untuk memperkaya khazanah keilmuan serta memperkuat literasi di bidang Akuntansi Manajemen, khususnya dalam merespons tuntutan zaman yang semakin menekankan akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan. Dalam konteks tersebut, akuntansi manajemen tidak lagi dipahami semata-mata sebagai teknik penganggaran dan pengendalian biaya, melainkan sebagai perangkat strategis untuk mengarahkan organisasi pada penciptaan nilai yang adil, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Pembahasan dalam buku ini disusun secara sistematis dengan menempatkan Pentuple Bottom Line (PBL) sebagai kerangka utama dalam membaca, merancang, dan mengevaluasi praktik pengelolaan organisasi. Kerangka ini memperluas perspektif akuntansi manajemen dengan mengintegrasikan lima dimensi utama, yaitu Profit, People, Planet, Phenotechnology, dan Prophet. Melalui integrasi tersebut, penciptaan nilai ekonomi tidak diposisikan secara terpisah, tetapi dihubungkan dengan kesejahteraan sosial, kelestarian lingkungan, dukungan inovasi teknologi, serta landasan etika-spiritual yang menjaga martabat manusia dan harmoni komunitas.

Penekanan utama buku ini adalah memosisikan Akuntansi Manajemen sebagai “mesin penggerak” PBL, yaitu instrumen yang menerjemahkan tujuan keberlanjutan ke dalam rencana kerja, target, indikator kinerja utama (KPI), anggaran, analisis varians, serta mekanisme pengendalian. Dengan pendekatan tersebut, proses pengambilan keputusan dapat diukur, diuji, dan dievaluasi secara sistematis. Keberlanjutan, dengan demikian, tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi hadir sebagai disiplin manajerial yang dapat dirancang, dijalankan, dan dipertanggungjawabkan.

Buku ini juga menempatkan nilai kearifan lokal sebagai elemen penting dalam pengembangan praktik akuntansi yang kontekstual. Nilai-nilai lokal dipahami bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai sumber makna yang memperkuat orientasi etis, sosial, dan ekologis dalam pengelolaan organisasi. Dengan demikian, integrasi antara akuntansi manajemen, akuntansi lingkungan, teknologi, dan kearifan lokal diharapkan dapat melahirkan model pengelolaan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan.

Secara konseptual, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi, dan para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan akuntansi manajemen dan keberlanjutan berbasis nilai. Selain menawarkan kerangka berpikir, buku ini juga diharapkan dapat mendorong pembaca untuk melihat bahwa akuntansi bukan sekadar alat teknis, tetapi juga medium transformasi sosial yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

 

 

 



 

Komentar (0)

Posting Komentar